jpnn.comONLINE dating untuk mencari jodoh memang bikin penasaran, tapi juga was-was. Dr Rahkman Ardi, peneliti bidang cyber psychology, mengingatkan adanya model hiperpersonal dalam komunikasi secara daring (dalam jaringan).

”Ada kecenderungan kita melebih-lebihkan imajinasi kita saat berkomunikasi dengan seseorang tanpa tatap muka,” jelas lulusan S-3 Universitas Warsawa tersebut.

BACA JUGA : Dijodohkan dengan Kriss Hatta, Ayu Ting Ting: Janganlah, dia Masalahnya Sudah Banyak

Model hiperpersonal tersebut merujuk pada jurnal yang dikeluarkan Joseph B. Walther pada 1996.

”Jadi, dengar suaranya, wah, ganteng ini. Kaya ini,” ucapnya, lantas terkekeh-kekeh.

Efeknya bisa banyak. Misalnya, hubungan secara online malah sangat mungkin berjalan dengan romantis dalam waktu yang singkat.

Hal itu terjadi karena imajinasi kedua pihak dipupuk. Kata-kata manis tanpa melihat gestur secara langsung.

Ardi menyatakan, hiperpersonal tersebut mungkin terjadi pada usia berapa saja. Tak hanya anak muda, tapi juga orang dewasa, bahkan orang tua.





Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here