Anggota Komisi X DPR RI Putu Supadma Rudana, Perannya sebagai legislator yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Ekomoni Kreatif, Kepemudaan, Pariwisata dan Olah Raga akan memaksimalkan dengan semakin sering berdiskusi dengan pengelola atau pimpinan lembaga pendidikan di Bali.

Selain itu, Sejak menjabat anggota dewan 1,5 tahun lalu, PSR yang juga Direktur penelitian dan Kebudayaan TMII ini mengaku telah dua kali menggelar focus grup discussion (FGD) dengan para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) se-Bali.

PSR menyoroti kualitas perguruan tinggi (PT) di Bali yang belum mampu berada pada rangking 1000 besar PT terbaik dunia. Karenanya, ia berharap pemerintah provinsi (pemprov) Bali membantu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Dewata, salah satunya melalui pemberian hibah lahan.

Hasilnya, lanjut dia, beberapa persoalan yang dihadapi PTN/PTS terungkap, seperti upaya peningkatan status institusi, persoalan lahan, sarana prasarana, serta ketidakmerataan batuan dari pemerintah.

“Kami serap aspirasi lembaga pendidikan tinggi di Bali, banyak persoalan. Contohnya ada PT yang menyewa lahan milik pemprov, saya minta ke gubernur, itu dihibahkan saja. Sekarang saatnya,” kata PSR ditemui saat memberi kuliah umum di Kampus Universitas Warmadewa (Unwar).

Bali, masih menurut PSR, tidak memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), sehingga satu-satunya jalan adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) nya melalui proses pendidikan.

Lebih lanjut, selama dipercaya menduduki kursi di Senayan, ia berkomitmen mendongkrak posisi PTS/PTN di Bali agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional. Kemenristekdikti, sambung PSR, tengah mencanangkan “world class university” dan “world class profesor”, untuk itu, sinergi pihak-pihak terkait sangat diperlukan, karena ia menilai hal itu tidak mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here